Sebelumnya, sekarang ini aku bukannya pengen berkhotbah ataupun sok tau. Disini aku Cuma ingin menuangkan segala apa selama ini aku pikirkan, aku rasakan dan aku lakukan.
Selama ini aku kadang berfikir bahwa hidup ini tidak adil dan tidak pernah berpihak kepada saya dan seketika itu juga aku protes kepada Tuhan atas segala yang kualami. Tapi setelah sekian lama, aku mengalami suatu peristiwa yang memaksa diriku untuk berterima kasih kepada Tuhan atas keputusan yang dulu dia tetapkan padaku, padahal saat itu aku sangat tidak menerima keputusan tersebut.
Akhirnya aku termenung memikirkan hal tersebut. Apakah ini yang dinamakan takdir? Apakah ini suratan yang konon dulu pernah aku tanda tangani di hadapan Tuhan sebelum rohku dihembuskan ke bumi?
Pertanyaan itu selalu saja menghantui setiap langkah yang aku tempuh selama ini. Pertanyaan yang membuatku selalu bimbang pada setiap keputusan terhadap jalan hidup yang aku ambil, yaitu kebimbangan apakah keputusan tersebut memang keputusan yang aku tanda tangani saat itu.
Tapi setelah sekian lama aku berada dalam kebimbangan itu, aku kini telah mengambil keputusan untuk melakukan semua yang ada dalam pikiran aku setelah aku pilah melalui lapisan penyaring yang orang menyebut dengan hati dan perasaan. Karena aku yakin dan percaya bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makluk yang paling sempurna dari makluk-makluk lainnya. Manusia diberi kebebasan untuk memilih dengan dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita berupa akal dan pikiran. Dan dengan akal dan pikiran itu kita diberi kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita ambil dalam hidup.
Tapi dalam kenyataan yang terjadi kadang kita menuai suatu keberhasilan bahkan kita akan menemui suatu kegagalan. Dan disinilah keimanan kita akan diuji. Hal ini dapat kita lihat pada saat kita menemui suatu kegagalan. Kadang kita akan marah bahkan akan menghujat atas suatu keputusan yang telah tersurat untuk kita. Tapi ketika kita semua mengingat kisah saya pada awal tulisan ini menunjukkan bahwa suratan takdir yang berlaku buat kita sekarang pastilah untuk kebaikan kita saat ini, dan yakinlah bahwa Tuhan akan memberi sesuatu yang mana terbaik buat kita, dan Tuhan adalah maha tau terhadap apa-apa yang berlaku pada umatnya. Dan itulah yang selama aku lakukan. “ Do the Best What do You want To Do”.
“ Sebelum seseorang berani memutuskan sebuah komitmen, yang ada hanyalah keraguan. Melirik adakah peluang untuk mundur kebelakang, sehingga takkan pernah ada keberhasilan mengenai apa yang telah dicita-citakan. Hanya ada satu kebenaran hakiki, yang jika yang diabaikan akan mematikan semua rencana dan indahnya sebuah impian. Yaitu keyakinan bahwa saat seseorang telah berani memutuskan, Tuhanpun pasti akan memberi petunjuk dan pedoman.
Mulailah dari sekarang apapun yang bisa kau lakukan untuk sebuah impian; karena keberanian untuk memulai mengandung suatu kejeniusan, kekuatan dan kesaktian”
Mungkin sepenggal sajak di atas bisa menjadi bahan renungan kita dalam menjalani hidup yang singkat ini.
Massulist
17 juni 2006
No comments:
Post a Comment